Sabtu, 17 Mei 2008

Di Mana Keiklasan Hati...

Katakanlah: “Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
(Al – An’am: 162)



Sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Ilahi...?

Begitu mudah dirangkai dalam lagu dan puisi
Begitu mudah sebutan di bibir tapi di mana keiklasan hati?
Ada yang melafazkannya setiap hari...ada yang sekali-sekali
Ada yang masih belum lagi...

Keiklasan...di mana letaknya?
Hanya Allah saja yang tahu dan layak menilainya...
Ibadah kita tak perlu diceritakan pada dunia
Allah Maha Mengetahui...tak perlu berpura – pura.

kenapa kita harus marah bila tak dipanggil "Hajah"?
Kenapa berlagak kalahkan Ustazah?
kenapa kita harus tersinggung bila tak dipanggil "Haji"?
Untuk apa kita ke Mekah...Apa sebenarnya yang kita cari?

Yang wajib kita lakukan,
Yang haram kita hindarkan,
Yang sunat kita perbanyakkan...
Sudaaah! Diam...Jangan riak, tak perlu kita hebuhkan!

Dunia bukan destinasi...tapi transit menuju alam abadi
Tempat beramal menabur semaian budi...
Jika ada keiklasan hati...di Akhirat kita menuai padi...
Jika berpura menipu diri...pasti lalang yang kita temui!


© Copyright 2008 - All Rights Reserved

2 ulasan:

Penabahari berkata...

Salam CT,
Begitulah manusia, sukar untuk kita memahami apa yang bersemi di lubuk hati insani. Sebuah puisi yang amat menyedarkan.
Teruskan menulis dengan gigih.

CT berkata...

Wa'alaikumussalam,

Semuga Allah akan terus membimbing kita dengan hidayahNya. Thanks bang!