
Tidak dinafikan, ramai yang telah pun membaca atau mendapat e-mail yang serupa, namun e-mail yang telah lama tersimpan ini sengaja saya pamerkan di sini untuk menjadi ingatan pada diri sendiri, teman-teman dan keluarga tersayang...semuga ada manfaatnya. E-mail ini juga mengingatkan diri saya supaya tidak menjadi orang yang riak atau takabbur kerana ilmu di dada cuma sekelumit saja...terlalu banyak lagi yang perlu dicari! Walau setinggi mana pun kelulusan yang ada pada kita, bukan kita seorang sahaja yang pandai…ramai lagi orang yang jauh lebih pandai. Ilmu Allah itu terlalu luas dan hanya sedikit sahaja yang ada pada kita!
“Katakanlah (wahai Muhammad): Kalaulah semua jenis lautan menjadi tinta untuk menulis Kalimah-kalimah Tuhanku, sudah tentu akan habis kering lautan itu sebelum habis Kalimah-kalimah Tuhanku, walaupun Kami tambahi lagi dengan lautan yang sebanding dengannya, sebagai bantuan.” (Al-Kahfi : 109)
Ada seorang pemuda yang lama bersekolah di luar negeri, kembali ke tanahair. Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab tiga pertanyaannya. Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.
Pemuda : Anda siapa? Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?
Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda : Anda yakin? Sedangkan ‘Profesor’ dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda : Saya ada tiga pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya?
2.Apakah yang dinamakan ‘Takdir’?
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?
Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai : Saya tidak marah...tamparan itu adalah jawaban saya atas pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti!
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit!
Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?
Pemuda : Ya!
Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!
Pemuda : Saya tidak bisa.
Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda : Tidak.
Kiyai : Itulah yang dinamakan ‘Takdir’.
Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda : Kulit.
Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda : Sakit.
Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.
(E-mail Dari Puan Hamidah 10.04.05)


Tiada ulasan:
Catat Ulasan