Rabu, 17 September 2008

Serba Sedikit Mengenai Romadhon

















“Balligh ‘anni walau aayah”...“Sampaikan dariku walau hanya satu ayat.” Demikianlah perintah Rasulullullah s.a.w...aku hanya menjalankan tugas mengikut kemampuanku dengan ilmu yang terlalu sedikit dan terbatas...

Keutamaan Puasa Romadhon

“Balligh‘anni walau aayah”...“Sampaikan dariku walau hanya satu ayat.”

Dari Abi Said r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada seorang hambapun yang berpuasa sehari dengan niat fi-sabilillah – yakni semata – mata menuju kepada ketaatan kepada Allah, melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya – yakni dirinya – kerana puasanya tadi, sejauh perjalanan tujuhpuluh tahun dari neraka.” (Muttafaq’alaih) **
Hadis No: 1215 *

Dari Abu Hurairah r.a. bawasanya Nabi s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa Romadhon kerana didorong oleh keimanan dan mengharapkan keridhaan Allah, maka diampunkanlah untukya dosa – dosanya yang terdahulu.” (Muttafaq’alaih) **
Hadis No: 1216 *

Dari Abu Hurairah r.a. pula bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Apabila bulan Romadhon telah datang, maka dibukalah pintu – pintu syurga, ditutuplah pintu – pintu neraka dan diikatlah semua syaitan.” (Muttafaq'alaih) **
Hadis No: 1217 *

Keutamaan Bersahur

Dari Anas r.a; katanya: “Rasulullah s.a.w bersabda: “Bersahurlah engkau semua, kerana sesungguhnya di dalam sahur itu ada keberkahannya.” (Muttafaq’alaih) **
Hadis No: 1226 *

Dari Zaid Bin Tsabit r.a.; katanya: “kita bersahur bersama Rasulullah s.a.w kemudian kita berdiri untuk melakukan sholat – yakni solat subuh.” Kepadanya ditanyakan: “Berapa jarak waktu antara keduanya itu?” Yakni antara selesainya sahur dengan berdirinya untuk solat Subuh. Ia menjawab: “Sekira cukup membaca limapuluh ayat.” (Muttafaq’alaih) **
Hadis No: 1227 *

Dari ‘Amr bin al – ‘Ash r.a. bahawasanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Pemisahan – yakni perbedaan – antara puasa kita dengan puasanya kaum Ahlulkitab – yakni kaum Yahudi dan Nasrani – itu ialah adanya makan sahur.” (Riwayat Muslim)
Hadis No: 1229 *

Lailatul-Qadri

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Rasulullah s.a.w itu beri’tikaf dalam sepulauh hari yang terakhir darri bulan Ramadhan dan beliau bersabda: “Carilah lailatul-qadri itu dalam sepuluh yang terakhir – yakni antara malam ke 21 sampai malam ke 30 – dari bulan Ramadhan.” (Muttafaq’alaih) **
Hadis No: 1188 *


N.B:

** Muttafaq’alaih: adalah hadis yang disepakati oleh
Imam Bukhari dan Imam Muslim tentang kesohihannya.


* Hadis Disunting Dari Kitab Riyadhus Sholihin.

4 ulasan:

arsaili berkata...

salam..nice sharing aunty..cam mana persiapan raya?

CT berkata...

Salam to you Arsaili,

Semuga bermanfaat...persiapan raya cam biasa - sederhana saja. Raya kat mana tahun ni?

Tanpa Nama berkata...

Terima kasih atas hadis2 yang ct huraikan.Semoga kami dapat bermanfaat dari huraian tersebut.Moga2 Allah memberi rahmat pada ct sekeluarga.Insha Allah....

Ramadan mubarak bulan yg istimewa...

CT berkata...

Nurohhibu bika daaiman.Balligh tahiyyati li zaujatuka:))